8 Tahun Menjanda, Tiba-tiba Marshanda Singgung soal Kriteria Jodohnya: Cuman Satu Syaratnya

Delapan tahun sudah aktris Marshanda menyandang status janda. Sebagaimana diketahui, Marshanda menikah dengan pesinetron Ben Kasyafani pada tahun 2011. Sayangnya pernikahan Marshanda dan Ben kasyafani tak berlangsung lama.

Pada 2014, keduanya memutuskan untuk bercerai. Belum lama ini, Marshanda mengungkap kriteria pasangan hidup idamannya. Tak ada angin tak ada hujan, wanita kelahiran 10 Agustus 1989 tersebut membahas tentang pendamping hidup.

Tak muluk muluk, Marshanda mengaku ia hanya punya satu kriteria untuk pendamping hidupnya kelak. Bukan paras rupawan atau sosok yang berlimang kekayaan yang ia cari, melainkan tentang personalinya. "Cuman satu kriteria (syarat) gue untuk pendamping hidup sekarang dan ke depan," ucap Marshanda di awal video.

Ibu satu anak itu menegaskan ingin punya pasangan yang bisa saling mengerti satu sama lain. Sosok yang menyadari untuk menciptakan hubungan yang baik perlu usaha dari kedua belah pihak. "Yang gue cari adalah orang yang paham that it takes work to make it work (butuh kerja untuk bikin hubungan bekerja)," lanjut wanita yang akrab disapa Chacha ini.

Chacha ingin, pasangannya kelak punya sifat rendah hati dan mau terus belajar. Terutama belajar untuk terus mempertahankan hubungan mereka. "Orang yang cukup rendah hati untuk mau belajar, sama sama loh."

"Gue juga, nggak dia doang. Barengan sama gue," lanjut Chacha. Ia berharap, sosok tersebut bisa sama sama belajar untuk memahami kekurangan masing masing dan memperbaikinya demi kebaikan bersama. "Apa sih kekurangan kita masing masing? Apa sih yang bisa kita perbaikin?"

"Apa sih yang bisa kita ubah?" tutur Chacha. Karena ia sadar ada banyak orang yang beranggapan jika setelah menikah, mereka harus menerima kekurangan dan kelebihan mereka masing masing. Hal itu tak sepenuhnya salah, namun sering kali membuat pasangan tidak bisa mengalahkan egonya.

Chacha menilai masih banyak pasangan yang tetap berumah tangga meski saling tak nyaman menjalaninya. Mereka adalah orang orang yang hanya menganggap pernikahan tentang hidup bersama dan bukan tumbuh bersama. "Apa sih yang gue bisa lakukan buat lo? Yang mungkin nggak nyaman buat gue tapi gue mau usahain nih."

"Walaupun nggak nyaman, demi kita! Karena ada orang yang nggak ngerti konsep itu. "Dipikir kalo udah nikah yang penting lo sampe mati sama gue, jadi gue nggak usah usaha, salah bro!" tegas Chacha. Meski sudah jarang tampil di TV, Chacha masih aktif membuat konten di media sosial, salah satunya Instagram.

Melalui konten YouTube nya, Chacha kerap membagikan edukasi dan pengalamannya tentang penyakit mental. Termasuk perjalanannya menjalani penyembuhan di Amerika. Chacha punya jawaban bijak terkait cibiran dirinya sudah tak laku lagi di TV.

Diakui Chacha, dirinya selalu heran tiap ada yang berkomentar atau mewawancarainya dengan pertanyaan serupa. "Gue pernah baca komen netizen atau diinterview dan ada yang melontarkan kalimat kayak 'Wah Marshanda sudah enggak laku lagi sekarang', terus gue kayak wondering (heran) sih." Kayak gimana ya perasaan gue denger kata kata itu," ucap Chacha dalam unggahan video akun Instagram pribadinya, @marshanda99, Minggu (27/3/2022).

Chacha lantas teringat semasa ia masih belia dan mendapatkan banyak tawaran syuting. Ia sama sekali tak terpikirkan bagaimana perasaannya saat ditanya pertanyaan tersebut di usianya sekarang. "Bahkan kalau ditanya gue waktu umur 15 tahun, jaman shooting apapun itulah sinetron jaman dulu gue yang banyak banget," ucap Chacha.

"Gue juga nggak tahu umur 32 gue akan ngerasa apa saat ditanya kalimat seperti itu, dan gue lagi nggak banyak muncul sekarang di media ataupun TV," imbuh Chacha. Dengan bijak Chacha menjawab jika dirinya baik baik saja, meski dianggap sudah tak terkenal gara gara jarang tampil di media dan TV. Chacha menyadari jika yang ia cari dalam hidup bukan seberapa banyak harus muncul di media.

Kepuasan dalam hidupnya justru datang dari bagaimana ia bisa lebih berguna untuk orang lain. Salah satunya bagi mereka yang juga memiliki penyakit mental dan merasakan titik terendah dalam hidup. "Ternyata gue ngerasa baik baik aja," jawab Chacha.

"Dan gue baru sadar bahwa yang gue cari dari hidup, kepuasaan itu datang dari bukannya kuantitas gue muncul di media," "Tapi dari gimana gue bisa memberikan harapan sama orang yang lagi down atau mungkin punya mental health challenge like me," lanjut Chacha. Chacha bersyukur keberaniannya mengatakan pada publik tentang penyakit yang dia derita justru bisa menumbuhkan kewaspadaan publik soal kesehatan mental.

Chacha bersyukur bisa membantu banyak orang dan untuk punya harapan dan bertahan hidup. Bagi Chacha, perannya ini jauh lebih penting dan berharga dari sekedar laku di TV. "Saat gue open up bipolar disorder gue. Dan itu raising awareness di Indonesia tentang mental health."

"Dan gue bisa merubah banyak hidup orang karena mereka jadi punya harapan dan survive, maju seperti gue itu lebih penting dari 'laku' di dunia entertainment buat gue," pungkas Chacha. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.